Kamis, 07 Desember 2023

SEKILAS MENGENAL IKAN BAUNG


Sebelum lebih jauh membahas mengenai ikan ini, tidak ada salahnya Kawan mengenal ikan ini terlebih dahulu. Bila dari klasifikasi ilmiah, ikan ini mempunyai nama lain bagrus nemurus. Bukan hanya itu, penyebutan ikan ini di sejumlah daerah juga berbeda.

Ikan ini sering disebut sebagai ikan bawang, beong, baon, senggal, duri, tagih, tageh, tiken, siken dan yang lainnya. Ikan ini masuk ke dalam kerajaan animalia, kemudian filum chordata, serta spesies bagrus nemurus.
Awalnya, marga genus hemibagrus ini sering disebut sama dengan marga mytus, yakni ikan lundu. Namun kemudian marga ini dipisah, karena ikan yang sudah dewasa memiliki tubuh yang besar. Baung pada dasarnya tidak mempunyai sisik, selain itu tubuhnya juga licin mirip dengan patin.

Baung juga memiliki 3 duri yang berbisa. Duri ini sering disebut sebagai patil. Ciri fisik lain yang dimiliki ikan ini antara lain:

  • Memiliki ukuran rata-rata 20 cm serta bobot 150 hingga 200 gram. Memang, terdapat spesies dengan ukuran lebih besar, tetapi hanya satu atau dua spesies saja.
  • Di ujung atas bagian ekornya terlihat memanjang, mirip dengan sungut.
  • Pinggiran sirip dari ikan juga terlihat tegak.
  • Di tubuh belakang juga terdapat sirip dan patil. Di sirip bagian dada juga terdapat duri yang berbisa.
  • Tekstur tubuh baung licin.
  • Baung tidak mempunyai sisik.
  • Baung juga mempunyai sungut dan kumis, di lubang pernapasan. Sungut dari rahang baung ini panjangnya mencapai sirip di bagian anus.
  • Di bagian tengah baung memiliki warna putih, selain itu bagian tubuh bagian bawahnya juga berwarna terang.
  • Di bagian atas kepala serta badan baung memiliki warna coklat kehitaman.

Sebaran Ikan Baung

Ikan berdaging tebal dengan tekstur lembut ini merupakan ikan air tawar yang berada di perairan seperti danau, sungai serta waduk. Ikan ini cukup banyak ditemukan di kawasan banjir. Bahkan, di daerah Sungai Musi, ikan ini juga dapat hidup di daerah sungai air payau. Sehingga dapat dikatakan jika terdapat spesies baung yang bisa hidup di daerah air payau. Baung mempunyai sifat yang unik, yakni hidup bersembunyi liang tepi sungai. Bukan hanya itu, baung juga terkenal sebagai ikan nokturnal yang berkembang biak serta mencari makan di malam hari. Bagaimana dengan sebaran baung? Baung tersebar di sejumlah negara Asia Tenggara. Ikan ini dapat ditemukan di India serta Cina selatan. Sedangkan, di Indonesia, baung lebih banyak di daerah Sumatera, Jawa serta Kalimantan.

Baung termasuk dalam jenis hewan omnivora, atau pemakan segala. Makanan ikan ini seperti remis, udang kecil, serta ikan-ikan kecil. Namun, ada pula yang memasukkan baung dalam golongan karnivora karena sering memangsa hewan.

Baung anakan serta dewasa memiliki jenis makanan yang berbeda. Bila baung anakan memangsa serangga, baung dewasa biasanya akan memangsa hewan lain seperti ikan salah satunya. Baung berkembangbiak dengan cara memijah yakni melepaskan telur serta sperma. Pemijahan umumnya dilakukan di bulan Oktober hingga Desember. Baung umumnya memilih perairan yang mempunyai banyak cadangan makanan ketika pemijahan. Biasanya, lingkungan yang dipilih ialah rumput tergenang air. 

Jenis Ikan Baung

Ada berbagai jenis baung yang hidup di Indonesia, antara lain:

Baung kuning

Baung kuning juga sering disebut senggal dalam bahasa Betawi dan Sunda. Panjang tubuh dari ikan ini adalah 20 cm, dan memiliki sirip di bagian punggung sehingga tidak terdapat sirip lemak.

Meskipun sering disebut sebagai baung kuning, sebenarnya warna ikan ini lebih cenderung berwarna coklat dan memiliki garis tubuh di tengah. Umumnya, jenis ikan ini mudah ditemukan di Pulau Jawa utamanya di daerah Jawa Barat.

Baung Putih

Jenis baung ini sebenarnya sering ditemukan. Ciri khas dari ikan ini adalah memiliki sirip lemak yang pendek. Kemudian sirip di bagian punggungnya juga mempunyai duri lunak. Ketika sirip ini berkembang, akan langsung membentuk gerigi yang runcing.

Sedangkan, bagian kepalanya memiliki bentuk yang lebar dan pipih. Kemudian, panjang tubuh dari ikan ini mencapai 20 cm. Di sini, baung jenis ini dapat dengan mudah ditemukan di sejumlah perairan, bahkan di seluruh daerah Kalimantan dan Sumatera. 

Baung Tageh

Jenis ketiga ini dapat dengan mudah Kawan temukan di daerah Pulau Jawa. Namun, di sejumlah daerah, ikan ini disebut dengan nama berbeda-beda. Contohnya saja di daerah Betawi yang menyebut ikan ini dengan nama Bawon.

Di daerah Jawa, ikan ini sering disebut tageh. Untuk ukuran tubuhnya, jauh lebih besar bila dibandingkan dengan ikan yang sebelumnya, yakni 38 cm. jenis ikan ini banyak ditemukan di pasar tradisional.

Potensi Ekonomi Budidaya Ikan Baung

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, baung merupakan ikan yang sering dikonsumsi masyarakat. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila saat ini tidak sedikit orang yang memilih untuk menjalankan usaha budidaya baung.
Bukan hanya memiliki peluang yang terbuka lebar, nilai ekonomi dari ikan ini juga cukup tinggi. Oleh sebab itu, baung memiliki peluang usaha yang menggiurkan. Di pasaran, harga ikan ini berkisar di angka Rp 40 ribu hingga Rp70 ribuan per kilo.

Tips Beternak Ikan Baung

Untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari baung, berikut beberapa tips yang dapat diikuti saat ingin melakukan budidaya ikan ini, antara lain:

Lokasi budidaya

Sebaiknya, lokasi budidaya baung mempunyai tanah dengan tekstur kuat serta dapat menahan air. Suhu dari lokasi budidaya berkisar di angka 26 hingga 30 derajat celcius, dengan pH hingga 9 ppm.

Konstruksi kolam

Sedangkan, untuk konstruksi kolam bisa dilakukan di kolam tembok maupun kolam tanah. Kolam dapat dibentuk persegi panjang dan memiliki kemiringan 1:1 di bagian pematangnya. Tinggi pematang kolam baung dapat dibuat kurang lebih 2 meter.

Persiapan kolam

Saat kolam jadi, kolam harus dikeringkan dahulu dengan cara memberikan pengapuran. Langkah ini dilakukan untuk membunuh binatang yang dapat membahayakan ikan serta mengurangi keasaman tanah.

Pakan

Baung dapat diberi pakan yang memiliki kandungan protein, lemak serta karbohidrat. Pakan dari baung bisa berupa pellet. Namun selain pellet, Kawan juga dapat memberikan jagung, dedak, hingga ikan asin. Pemberian pakan ini dapat dilakukan 3 kali dalam sehari yakni di pagi, sore serta malam hari.

Bukan hanya disukai oleh masyarakat karena rasanya yang lezat, ikan baung juga dapat dijadikan sebagai pilihan usaha budidaya yang tepat. Namun, pastikan melakukan persiapan dengan baik, sehingga ikan ini dapat menghasilkan prospek keuntungan ekonomi yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar